Tips Olahraga

8 Tips Olahraga Untuk Ibu Hamil yang Aman

Inilah beberapa tips olahraga untuk ibu hamil yang aman dilakukan demi menjaga kebugaran dan kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan. Masalahnya tak semua olahraga bisa dilakukan saat wanita sedang hamil. Hanya beberapa olahraga saja yang disarankan yang bermanfaat untuk memperlancar proses persalinan.

Lakukan Olahraga Untuk Ibu Hamil Ini

Menurut Shruti Saxena, seorang dokter dan konselor laktasi, mengungkapkan bahwa olahraga seperti senam hamil berguna untuk mempertahankan tubuh tetap bugar serta melepaskan hormon endorfin yang membuat ibu tetap bisa merasa tenang dan bahagia. Berikut contoh olahraga untuk ibu hamil muda maupun tua yang aman:

  1. Yoga
    Yoga merupakan olahraga yang tidak ekstrem dan justru dapat membantu seseorang rileks. Itulah sebabnya yoga direkomendasikan sebagai olahraga yang aman untuk ibu hamil. Gerakan-gerakan yoga ini juga membantu ibu hamil dalam mengatur pernafasan. Lakukan gerakan yang santai dan lambat maka kesehatan janin juga akan terjaga.
  2. Jalan-Jalan Santai
    Jalan-jalan santai hanya 15 menit setiap hari dapat menjadi olahraga yang cocok dilakukan oleh ibu hamil. Akan tetapi sebaiknya lakukan olahraga ini saat ibu sudah memasuki masa kehamilan 7 bulan. Jalan santai bermanfaat dalam mengurangi kaki bengkak serta memberikan kekuaran bagi janin.

    BACA JUGA: Tips Olahraga Bagi Karyawan yang Sibuk dan Tidak Punya Waktu

  3. Berenang
    Berenang jadi olahraga ringan bagi ibu hamil yang bermanfaat dalam menjaga kesehatan jantung dan melatih otot. Ini adalah olahraga untuk ibu hamil tua yang sudah memasuki masa kehamilan minimal 7 bulan. Tapi gerakan yang dilakukan tak boleh sembarangan atau terlalu berat, cukup berenang dengan gerakan tubuh telentang selama 15 menit. Berenanglah cukup 2 kali dalam seminggu.
  4. Senam Jongkok
    Senam jongkok ini juga sebaiknya dilakukan saat hamil tua. Olahraga ini fungsinya yaitu melatih otot-otot di panggul dan paha sehingga bisa membantu memperlancar proses persalinan. Cukup luruskan punggung kemudian taruh kedua tangan di pinggang. Setelah itu jongkok dengan gerakan perlahan dan tahan selama 8 detik. Ulangi beberapa kali sekuatnya saja.
  5. Stretching
    Stretching sangat baik dilakukan meski usia kehamilan masih sangat muda atau di masa trimester pertama. Selama sehari direkomendasikan ibu hamil melakukan stretching semampunya dengan gerakan yang sederhana. Aktivitas kecil semacam ini bisa mengurangi risiko terjadinya komplikasi saat hamil.
  6. Mengangkat Kaki
    Lakukan senam dengan gerakan mengangkat kaki dapat dilakukan untuk memperkuat bagian perut dan punggung. Hal ini memungkinkan ibu bisa lebih kuat untuk menopang janin yang kian membesar. Lakukan posisi seperti merangkak lalu perlahan-lahan angkat satu kaki dan luruskan ke belakang. Cukup lakukan 10 kali dalam sehari.
  7. Gerakan Otot
    Siapa bilang ibu hamil tak boleh angkat beban? Boleh-boleh saja asal beban yang diangkat tak terlalu berat. Ibu hamil bisa mengangkat barbel dengan berat 0,5 kg saja misalnya. Gerakan mengangkat beban untuk memperkuat otot-otot ini bisa dilakukan saat hamil tua minimal 7 bulan ke atas.
  8. Push Up dengan Media Dinding
    Gerakan push up yang boleh dilakukan oleh ibu hamil bukanlah di lantai, melainkan dengan memakai media dinding. Jadi ibu hamil tetap berdiri tegak di depan sebuah dinding dan kedua telapak tangan menempel pada dinding, lakukan gerakan seperti push up di lantai namun dalam keadaan tubuh berdiri. Perlu dicatat bahwa posisi punggung harus tetap tegak dan tak boleh bengkok. Lakukan 15 kali saja selama sehari.

Itulah beberapa tips olahraga untuk ibu hamil yang aman dilakukan demi menjaga kebugaran, memperlancar proses persalinan serta menjaga kesehatan janin.